Kereta peluru jepang di Indonesia

Pembangunan kereta super cepat Shinkansen di Indonesia banyak diragukan sebagian pengamat. Mereka berasumsi bahwa gagasan itu sangatlah susah direalisasikan mengingat akan terkendala pembebasan tempat, seperti pembangunan jalur rel ganda Jakarta-Surabaya.

Menurut Deputi Kementerian Perekonomian Bagian Infrastruktur serta Pengembangan Lokasi, Lucky Eko Wuryanto, kereta peluru Shinkansen rute Jakarta-Bandung-Cirebon-Surabaya memanglah membutuhkan jalur rel spesial, bukanlah jalur ganda.

“Itu lain lagi (bukanlah jalur ganda). Jadi butuh bangun rel spesial. Ibaratnya seperti jalan tolnya kerepa api, maka dari itu bila dikombinasi ya tak mungkin saja, ” ungkap dia waktu terlibat perbincangan dengan Liputan6. com, Jakarta, seperti ditulis Senin (24/2/2014).

Dia mengaku, jalur rel spesial Shinkansen bisa di bangun melayang diatas jalur ganda. Tetapi pasti mesti memperhitungkan sebagian titik yang butuh terpisah dari jalur rel ganda.

“ (Jalur rel spesial) dapat di bangun di atasnya. Dengan tehnologi konstruksi yang ada saat ini, sesungguhnya tak ada permasalahan. Namun kereta cepat memanglah perlu radius lebih panjang untuk belok, jadi di sebagian titik, jalur mesti berpisah dengan jalur ganda, ” terang Lucky.

Dengan langkah tersebut, tuturnya, bakal kurangi cost pembebasan tempat dengan cara penting. Maklum pembangunan jalur rel ganda saja telah memetik permasalahan dikarenakan rumitnya pembebasan tempat.

“Jika di bangun melayang bakal kurangi cost tanah yang mahal. Lantaran jalur lurus kereta Shinkansen yang dapat di buat diatas jalur ganda dapat meraih beberapa ratus km., hingga pembebasan tanah dapat dikurangi, ” cetus Lucky.
Pada awal mulanya, Tubuh Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mengungkapkan sedikit tehnologi yang bakal diaplikasikan pada moda transportasi ini.

Salah satu tehnologi yang bakal diaplikasikan yaitu kereta didesain untuk mengambang diatas rel. Tehnologi ini tidak sama jauh dari moda transportasi kereta konvensional.

” Shinkansel ini tak napak, dengan kata lain mengambang, jadi mesti elevated, ” kata Deputi Bagian Fasilitas serta Prasarana Bappenas, Dedy Priyatna.

Tetapi Pengamat Transportasi dari Orang-orang Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas mempertanyakan rencana kereta api Shinkansen apakah dapat memakai jalur rel kereta api ganda Jakarta-Surabaya yang masih juga dalam step pembangunan atau mesti bangun rel baru untuk kereta berkecepatan 300 km per jam itu.

Bila Shinkansen memerlukan jalur rel baru, menurut Darmaningtyas, pemerintah serta pihak-pihak berkenaan membutuhkan tempat cukup banyak untuk dapat mewujudkan pembangunan kereta api paling cepat selama seputar 1. 020 km.

” Adakah tempat bila memanglah mesti buat rel baru? Buat permasalahan lagi saja. Wong buat rel ganda saja perlu saat serta usaha besar lantaran banyak tempat yang perlu dibebaskan. Kementerian Perhubungan saja masih tetap terkendala sama tempat untuk bangun rel ganda, ” tegas dia. (Fik/Nrm)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *